Dibilang Nggak Laku Hingga Belagu, Resiko Jomblo yang Sering Dibully ini itu

Hai! Bagaimana kabarmu, kabar keluargamu, kabar asmaramu? Masihkah pacarmu setia di sampingmu? Atau masihkah kamu setia menangisi mantan pacar yang meninggalkanmu :3 (smirk smile).

Perihal status hatimu saat ini, ijinkan saya nakal sebentar dengan mengulik sebuah sisi dari kaum jomblo. Kenapa harus jomblo yang ditulis sih? Mau dibully seperti apapun, kaum jomblo pasti sabar. Wong perihal menanti jodoh aja mereka sabar, apalagi kalau cuma perkara bullyan hehe. Continue reading “Dibilang Nggak Laku Hingga Belagu, Resiko Jomblo yang Sering Dibully ini itu”

8 Hal Sederhana yang Bisa Membuat Hidupmu Terasa Bahagia

Kamu pernah denger istilah uang tidak bisa membeli kebahagiaan? Artikel ini ditulis untuk mendukung teori tersebut. Memang kita tidak bisa bersikap munafik, karena nyatanya setiap diberi uang saku orang tua, atau gaji bulanan yang cair, kita pasti akan menyunggingkan sebuah senyuman maha tulus. Tapi sesekali dalam kondisi terburuk pun, bukankah kita juga pernah menyunggingkan senyuman terbaik karena hal sederhana yang melegakan? see more

Cuma Di Malang, Wisata Lima 5.000 Sudah Bisa Menikmati Pesona Lereng Gunung Arjuna (Budug Asu)

Hidup di era ini sepertinya harus ekstra perjuangan. Bukan cuma untuk berjuang hidup, tapi juga berjuang agar tetap eksis dan diakui oleh masyarakat sudah menjadi kebutuhan generasi millennial. Salah satu cara untuk memenuhi kebutuhan itu lewat unggahan foto di sosial media seperti Instagram. Berbicara tentang konten di Instagram semakin hari tentu semakin beragam. Mulai dari konten food, fun, fashion, hingga yang paling membuat banyak orang iri adalah konten seputar travel. Bahkan dalam sebuah riset penelitian disebutkan bahwa mayoritas pengguna Instagram selalu mengunggah foto travelnya di Instagram. Terus apa masalahnya? Kenapa harus sampai repot-repot diulas jadi sebuah tulisan? see more

Jika Aku Jadi Raisa, Pasti Hidupku Bahagia. Sebuah Kisah dari Anak Manusia yang Merasa Bahwa Hidupnya Tak Pernah Bahagia

Hai, entah kepada siapa kata sapa ini saya tujukan. Setelah membiarkan blog ini usang tak terawat dan tak terjamah, kini saya kembali lagi. Haha, miris sekali. Sebagai seorang pemula bisa dikatakan saya terlampau pemalas untuk berjuang merawat dan mengembangkan blog ini. Bagaimana tidak, bahkan saya sendiri sadar tidak pernah meluangkan waktu untuk mengunjunginya. Wajar saja jika sampai detik ini mungkin tak ada manusia yang pernah mengunjungi blog ini. Ah, jangankan berkunjung, untuk tau keberadaannya saja mungkin tidak. Hehe, sedikit berlebihan tapi memang beginilah ciri khas dari penulis blog ini. Jadi sebelum menyesal karena membaca postingan berlebihan di bawah ini, ada baiknya jika Anda membaca peringatan saya di atas tadi. Jika Anda merasa bisa mengatasi permasalahan alur penulisan, gaya tulisan, hingga bahasa tulisan yang berlebihan, silahkan lanjutkan untuk membaca. Mulai dari sini saya akan mengganti kata “saya” menjadi “aku”. So, here we are.

Continue reading “Jika Aku Jadi Raisa, Pasti Hidupku Bahagia. Sebuah Kisah dari Anak Manusia yang Merasa Bahwa Hidupnya Tak Pernah Bahagia”