Kalau Jodoh Pasti Bisa Bertemu, Bisa Jadi Nanti Jodohmu itu Aku Bukan Pacarmu

Perkara jodoh, entah dimulai sejak kapan tema jodoh menjadi topik perbincangan yang paling mengasyikkan. Ada-ada saja bahasan yang diciptakan untuk membicarakan sang jodoh. Mulai dari lamanya masa penantian menunggu jodoh, kriteria jodoh impian, hingga beragam halusinasi yang sengaja diciptakan untuk menggambarkan jodoh impian. Dan faktanya, orang yang gemar berbicara tentang jodoh adalah seorang jomblo. Nah loh, ayo ngaku kamu jomblo kan?

Well, sebenarnya nggak ada yang salah dengan ngobrolin topik yang satu ini. Jodohpun juga bukan sebuah perkara tabu, kok. So, apa itu jodoh?

Kamu jomblo bahagia kan?

Perkara Jodoh,

Di bagian bumi yang lain dia memang sudah tercipta. Namun sayang, ia masih dalam perjalanan untuk menemukanmu. Diapun juga pasti ada, namun bukan jaminan ia telah mengenalmu. Mungkin baginya kamu masih sosok asing yang belum pernah dijumpai. Atau barangkali kalian sudah saling mengenal, tapi sayang perkenalan itu belum membuatnya jatuh hati padamu. Atau mungkin ia sudah mulai tertarik kepadamu, namun belum siap untuk menjalin komitmen serius bersamamu.

Perkara Jodoh,

Bisa jadi ia mungkin pernah menjadi bagian dari makhluk yang sempat menyatakan perasaannya padamu. Tapi sayang saat itu ia tak memenuhi harapan dan kriteriamu. Atau barangkali kamu yang lebih dulu jatuh hati padanya, namun sayang ia belum membalas perasaanmu.

Perkara Jodoh,

Bisa jadi sosoknya adalah ia yang selalu di depanmu, di sekitarmu. Tapi sayang kamu hanya sibuk memandang yang nun jauh di sana. Atau barangkali selama ini ia tetap setia berdiri di sampingmu, namun sayang kamu tak pernah menggenggam tangannya barang sekalipun.

Mungkin yang kamu inginkan adalah pemuda berwajah rupawan lagi menawan, tapi bagaimana jika dia hanya seorang teman sepermainan? Atau mungkin kamu mengharapkan seorang pangeran dari istana megah. Tapi jodoh yang datang malah tetangga sebelah rumah. Lucu bukan?

Tetangga masa jodoh?

Perihal Jodoh,

Kamu mungkin bisa merasa yakin dengan pacarmu saat ini. Tapi bisakah kamu meyakini jika pacarmu adalah jodoh untuk masa depanmu? Bisakah kamu menjamin pacarmu adalah suami atau istri yang akan mendampingimu kelak? Bagaimana jika nanti ternyata jodohmu adalah aku, terus pacarmu bisa apa?

Kejadiannya memang sering begitu. Banyak yang sudah berjalan beringinan tapi tak pernah sampai ke pertunangan. Ada juga yang sudah sampai pada tahap bertunangan, tapi sayang harus kandas sebelum ke pernikahan. Atau yang lebih menyakitkan saat sudah menikah tapi harus terpisah karena perceraian bahkan kematian.

Ya ya ya, jodoh memang masih menjadi rahasia Tuhan. Rahasia yang tersimpan rapat melebihi kerapatan penyimpanan soal ujian nasional. Tapi satu hal yang ku tahu, janji Tuhan itu pasti. Bukankah Tuhan pernah menyebutkan bahwa setiap hamba-Nya diciptakan dengan berpasang-pasangan? Lalu mengapa kamu masih meragu dengan ketentuan itu?

Jadi sembari menanti datangnya sang jodoh, mari berlomba untuk memantaskan diri lebih baik. Mari berlomba untuk menjadikan diri sebagai pribadi yang lebih baik. Agar kelak jodoh yang dikirimkan untukmu juga sosok yang senantiasa belajar memantaskan dirinya. Bukankah itu cara terbaik untuk mengisi sebuah penantian?

Untukmu yang sedang menanti sang jodoh, semoga kalian segera dipertemukan. Semoga pertemuan meninggalkan perkenalan yang berkesan. Semoga kesan itu mengantar pada perasaan cinta yang nyaman. Hingga akhirnya terikat pada komitmen di pernikahan. Dan semoga hanya akan dipisahkan oleh kematian

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *