Mie Ayam Tumini Jogja, Jjajangmyun Asli Indonesia

Bagi orang Indonesia, kuliner mie ayam tentu sudah bukan hal asing lagi. Kuliner ini termasuk menu favorit masyarakat Indonesia. Buktinya hampir di setiap penjuru kota dan desa kita bisa menjumpai dari warung kecil sampai restoran mewah yang menyediakan menu mie ayam.

Nah kalau kamu termasuk pecinta kuliner mie, rasanya belum afdol kalau kamu belum mencoba kelezatan luar biasa dari mie ayam paling legendaris dari Jogja. Namanya adalah Mie Ayam Tumini. Mie ayam yang tersedia di wilayah Giwangan-Jogja ini memang sangat terkenal loh, bukan hanya di Jogja tapi di seluruh nusantara.

Jadi beberapa waktu lalu, saya yang dihantui rasa penasaran akhirnya berangkat ke Jogja dan menempatkan Mie Tumini sebagai salah satu destinasi utama yang wajib dikunjungi. Modal penasaran yang sangat kuat akhirnya membawa saya dengan selamat ke tempat tersebut. Bayangan saya saat itu tempat mie ini mewah dan luas hingga membuat para pengunjungnya betah berlama-lama. Tapi semua bayangan itu sirna saat saya menginjakkan kaki di sana. Sungguh tempat makan ini teramat sederhana tapi punya daya pikat yang luar biasa.

Jadi untuk kesempatan kali ini saya ingin berbagi cerita seputar Mie Tumini. Sekedar cerita ya bukan sok-sok an mau mereview apalagi menghakimi. Jadi harap dibaca dengan santai agar pesan yang saya tulis bisa sampai. So, here we are!

Jangan menilai dari covernya saja, meskipun tampak “ndeso”, setiap harinya Mie Tumini bisa ludes hingga 750 porsi!

Siapa yang menyangka dibalik kesederhanaan tampilan yang ditawarkan dari mie tumini ini tersimpan fakta yang sangat mengejutkan. Bayangkan saja untuk hidangan sederhana sekelas mie ayam, setiap harinya mie tumini berhasil dijual sampai 750 porsi.

Mie Tumini Jogja

Kalau yang Ludes 750 Porsi, Kalkulasikan saja Berapa Juta Keuntungan yang Bisa Dihasilkan Setiap Harinya

Saat sedang dalam antrian panjang manusia yang ingin menyantap hidangan ini, saya pun iseng bertanya ke karyawan yang sedang bertugas. Dan betapa terkejutnya saya ketika mendapati kenyataan bahwa mereka bisa menghasilkan pesanan hingga 750 porsinya setiap hari.

Bayangkan saja, dengan fakta banyaknya mie yang terjual, kamu bisa menghitung kira-kira berapa keuntungan yang didapatkan setiap harinya. Asumsikan saja harga paling murah Rp 10.000,00 dikalikan dengan 700 sudah menghasilkan 7.000.000 rupiah. Dan itu hanya untuk keuntungan mie nya saja, belum minuman atau camilan lainnya. Kalau setiap hari buka kira-kira satu bulan dapat ratusan juta dong. Wah keren!

Rahasia Kuliner Sukses

Jika Di Korea Ada Jjajangmyun, Maka Jjajangmyunnya Orang Jogja ya Mie Tumini

Sebagai seorang penggemar drama korea, ketika hidangan ini pertama kali disuguhkan, hal pertama yang terlintas di kepala saya adalah jjajangmyun alias mie hitam. Karena tampilan dari kedua hidangan ini begitu mirip. adahal mie ayam tumini ini sudah ada sejak jaman sebelum serial korea mulai merambah di Indonesia loh.

Awalnya ketika melihat mie tumini disajikan ada perasaan ragu untuk mencoba. Maklum saja kala itu saya yang juga dihantui rasa penasaran akan jjajangmyun iseng mencoba makanan itu. Dan betul saja rasa khas Korea itu tidak cocok di lidah saya yang notabennya asli Jawa. Alhasil bayangan akan keanehan dari mie hitam itu terngiang di kepala ketika melihat sajian mie tumini.

Hingga akhirnya saya sadar, bahwa tujuan saya jauh-jauh dari Malang ke Jogja ya karena ingin makan mie tumini. Bismillahirrohmanirrohim, sesuap mie masuk ke mulut saya. Bukan sulap bukan sihir, saya langsung merasa lahap untuk menyantap habis mie satu ini.

Mie Ayam Tumini memang disajikan dengan kuah coklatnya yang kental dan manis, khas masakan Jogja yang suka manis-manis. Selain lezatnya yang tiada tara, kamu juga dimanjakan dengan porsinya yang wah dan mengenyangkan. Bahkan ada juga tambahan kaki ayam atau ceker yang semakin menggugah selera. Jadi wajar bila mie ayam ini sangat digandrungi ya.

Mie Hitam

Konsep Warung Sederhananya yang Ndeso Ternyata Menjadi Daya Tarik Tersendiri Loh

Warung “ndeso”

Di era yang serba hits ini, sepertinya kita mulai dijemukan dengan munculnya cafe-cafe hits yang siap memperindah feed instagram. Tentu saja kita harus membayarnya dengan harga yang tidak murah. Lain halnya dengan Mie Ayam Tumini yang hadir dengan konsep sederhana, ndeso, dan ramah yang selalu membuat orang merasa ingin mengunjunginya lagi dan lagi. Ditambah lagi cita rasa yang luar biasa ini tidak menekik isi dompet.

Sederhana itu indah dan barokah

Biasanya Setiap ada Hal Sukses, Pasti Ramai Orang akan Membicarakan Persoalan Cabang. Tapi Mie Ayam Tumini ini hanya The One and Only di Jogja Loh

Mungkin ini juga menjadi rahasia suksesnya. Dikala warung lain sibuk membuka cabang, mie ayam tumini hanya sibuk untuk memberikan pelayanan yang semakin baik. Kamu hanya bisa menemukan mie ini di Jalan Imogiri Timur, tepatnya di utara pintu dari terminal Giwangan Jogja. Seolah ingin menjaga kesakralan resep turun temurunnya, mie ini hanya disediakan di satu tempat saja. Jadi wajar saja kalau para pengunjungnya berasal dari berbagai penjuru daerah.

Nah itulah sedikit unek-unek yang bisa saya sampaikan seputar mie legendaris dari Jogja. Alhamdulillah rasa penasaran saya terbayar tuntas. Mission clear!

2 Replies to “Mie Ayam Tumini Jogja, Jjajangmyun Asli Indonesia”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *