Jika Aku Jadi Raisa, Pasti Hidupku Bahagia. Sebuah Kisah dari Anak Manusia yang Merasa Bahwa Hidupnya Tak Pernah Bahagia

Hai, entah kepada siapa kata sapa ini saya tujukan. Setelah membiarkan blog ini usang tak terawat dan tak terjamah, kini saya kembali lagi. Haha, miris sekali. Sebagai seorang pemula bisa dikatakan saya terlampau pemalas untuk berjuang merawat dan mengembangkan blog ini. Bagaimana tidak, bahkan saya sendiri sadar tidak pernah meluangkan waktu untuk mengunjunginya. Wajar saja jika sampai detik ini mungkin tak ada manusia yang pernah mengunjungi blog ini. Ah, jangankan berkunjung, untuk tau keberadaannya saja mungkin tidak. Hehe, sedikit berlebihan tapi memang beginilah ciri khas dari penulis blog ini. Jadi sebelum menyesal karena membaca postingan berlebihan di bawah ini, ada baiknya jika Anda membaca peringatan saya di atas tadi. Jika Anda merasa bisa mengatasi permasalahan alur penulisan, gaya tulisan, hingga bahasa tulisan yang berlebihan, silahkan lanjutkan untuk membaca. Mulai dari sini saya akan mengganti kata “saya” menjadi “aku”. So, here we are.

Continue reading “Jika Aku Jadi Raisa, Pasti Hidupku Bahagia. Sebuah Kisah dari Anak Manusia yang Merasa Bahwa Hidupnya Tak Pernah Bahagia”