1 Juni, Tanggalan Boleh Merah, tapi Semangat Pancasila Harus Tetap Membara

Hai! Ini tulisan pertama saya di sini, sebelumnya saya ucapkan sepatah dua patah untuk mewakili rasa terima kasih kepada pak bos yang suka rela membuatkan anak buahnya wadah untuk nulis menulis (iki opo sih lip).

Hari ini tepatnya tanggal 1 Juni 2017, bertepatan dengan bulan Ramadhan, kebetulan juga hari Kamis Pahing dan tanggal merah. Loh kok bisa tanggal merah kenapa? Jika diingat-ingat beberapa hari belakangan ini seringkali kita mendapati tanggal merah di hari Kamis. Seperti hari ini yang ditandai sebagai hari libur nasional dalam rangka memperingati lahirnya pancasila.

Kalau saya tidak salah ingat, 1 Juni ditetapkan sebagai hari libur nasional sejak pemerintahan pak Jokowi. Nah sejak diputuskannya hari libur ini ada banyak pro kontra. Bagi tim pro, mereka menyatakan bahwa momen libur ini bisa dimanfaatkan untuk mengamalkan nilai pancasila di suasana yang baru dengan lebih khidmat, katanya.

Tapi bagi tim kontra, mereka beralasan bahwa libur di hari pancasila hanya akan membuat kita tidak produktif. Karena masih banyak di antara masyarakat kita yang beranggapan bahwa hari libur sama dengan hari bermalas-malasan, berllibur, dan memanjakan diri. Padahal esensinya, kelahiran pancasila seharusnya diperingati dengan hal yang lebih bermanfaat.

Well, terlepas dari pro kontra tersebut, saya termasuk orang yang bersyukur diberikan jatah libur. Hanya saja semoga saya dan pembaca sekalian bisa mengisi hari libur ini dengan hal-hal yang bermanfaat, Dan jangan lupa untuk tetap menyimpan semangat nilai-nilai pancasila di kehidupan sehari-hari. Selamat hari lahir pancasila!